Modal Usaha Grosir Snack

Sekarang ini, penghasilan sebagai seorang pegawai atau buruh saja kurang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sebagian orang lebih tertarik untuk mulai merintis usaha secara mandiri. Salah satunya adalah dengan usaha berjualan snack. Jenis usaha ini dipilih karena modal usaha grosir snack yang tidak terlalu besar.

Meskipun butuh modal tidak terlalu besar, bisnis ini tetap harus dikelola dengan baik agar menghasilkan keuntungan yang menjanjikan. Seperti apakah perhitungan dan pengelolaan modal untuk usaha berjualan snack? Berikut ini ulasan lengkapnya:

1. Perhitungan Modal

Dalam menjalankan sebuah bisnis, perhitungan modal menjadi hal penting agar keuangan bisnis dapat terpenuhi. Modal usaha grosir snack harus disiapkan untuk berbagai keperluan, mulai dari biaya sewa atau beli ruko, pembelian snack, dan lainnya.

Untuk memulai usaha grosir snack, setidaknya harus ada dana sekitar Rp5.000.000. Kalau diperlukan, harus ada dana investasi sekitar Rp2.000.000. Jumlah dari dana tersebut dialokasikan untuk modal awal grosir snack.

2. Biaya Produksi

Jika modal awal sudah ada, selanjutnya tentukan berapa banyak biaya untuk produksi. Biaya produksi ini meliputi peralatan, bahan untuk snack, biaya untuk promosi, dan biaya lainnya. Untuk biaya produksi, setidaknya membutuhkan Rp4.000.000. Tulislah semua pengeluaran dalam buku kas agar terlihat transparansi keuangan bisnis.

Info lainnya : 7 Ide Snack Kering Serba Goreng untuk Jualan, Simak Yuk!

3. Pengeluaran Bulanan

Selain biaya untuk produksi, perhatikan juga pengeluaran bulanan yang harus dikeluarkan. Pengeluaran ini berupa listrik, gaji karyawan, transportasi, dan lainnya. Buatlah perkiraan untuk semua pengeluaran bulanan tersebut. Pengeluaran rutin setiap bulan tersebut juga harus dicatat dalam buku kas perusahaan.

4. Kisaran Omset

Selain menghitung rincian modal dan biaya produksi, perhatikan juga dengan omset yang didapatkan. Jika dalam sehari mampu menjual snack sebanyak 100 pcs dengan harga Rp2000 per pcs, maka omset satu bulannya adalah Rp6.000.000. Keuntungan bersih dapat dihitung dengan jumlah omset yang didapat dikurangi pengeluaran rutin setiap bulannya.

Demikian ulasan terkait pengelolaan modal untuk usaha grosir snack yang wajib diketahui. Pengelolaan modal ini sangat cocok untuk pemula yang ingin merencanakan usaha grosir snack. Dengan modal awal yang tidak terlalu besar, grosir snack bisa menjadi ide usaha dengan keuntungan yang besar.

Baca info menarik lainnya di blog https://www.bangizaltoy.com