Pelindung Biji untuk Pengontrolan Serangga

 

Perlindungan biji – Menurut hasil riset dan penelitian selama 30 tahun terakhir menunjukkan bahwa biji dapat dilindungi dari infestasi serangga dengan menggunakan perawatan yang bersifat protektif selama penyimpanannya di gudang.

Pelindung biji merupakan perawatan yang diberikan kepada biji selama masa penyimpanannya untuk mencegah terjadinya infestasi serangga. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keefektifan dari pelindung biji.

Formulasi yang sesuai

Formulasi pelindung biji yang sesuai sangat menentukan keefektifan perlindungan biji yang dilakukan. Salah satu kerugian dalam menggunakan formulasi yang bersifat dapat diemulsikan adalah larutan tersebut harus dilakukan agitasi sekali setiap setengah jam setelah pencampuran dengan air untuk menghindari penggumpalan.

Proses pencampuran formulasi dilakukan dengan menggunakan alat yang bernama gravity feed. Pengocokan harus dilakukan terhadap aliran, selang penyemprot, dan tangki penyemprot bertekanan untuk memastikan bahwa formulasi telah merata secara sempurna.

Formulasi segar

Faktor selanjutnya yang mempengaruhi keberhasilan perlindungan biji dengan menggunakan pelindung atau protektan biji yaitu dengan melakukan pencampuran insektisida dengan air dingin hanya untuk penggunaan satu kali.

Hindari menyimpan sisa formulasi untuk hari berikutnya. Jaga konsentrasi, semprotan yang rata, dan debu dingin dan jangan menyimpan formulasi terkena sinar matahari langsung.

Gunakan formulasi segar dan hindari menyimpan sisa formulasi dari tahun ke tahun. Jika ada formulasi larutan yang tersisa dan ingin disimpan, maka formulasi larutan tersebut harus disimpan di dalam kulkas.

Kunci penggunaan

Faktor yang sangat penting dalam melakukan perlindungan biji yaitu cara penggunaan pelindung atau protektan pelindung biji yang tepat.

Gunakan perawatan insektisida secara merata dan sedekat mungkin dengan waktu terakhir penyimpanan biji. Protektan dapat diaplikasikan ke dalam bor dan pada saat biji jatuh ke dalam wadah penyimpanan.

Biji yang diberi perawatan dan kemudian mengalami proses yang panjang melewati beberapa sistem pengendalian seperti sistem pneumatik, sabuk bor, conveyor, spouts, dan legs sebelum penyimpanan akan memiliki residu yang lebih sedikit pada saat biji akhirnya jatuh ke wadah penyimpanan.

Insektisida yang tertinggal di dalam sistem penanganan akan membantu mengurangi jumlah serangga yang ada di area tersebut dan akan membantu meningkatkan perlindungan biji.

Tekanan alat

Tekanan alat menentukan keberhasilan perlindungan biji yang dilakukan. Pertahankan tekanan semprotan agar berada pada tekanan serendah mungkin yaitu 10 sampai 20 lb/inci persegi.

Semakin rendah tekanan, semakin besar droplet atau tetesan semprotan. Semakin besar droplet yang terjatuh ke dalam biji maka semakin kecil jumlah droplet yang terlepas ke udara.

Video : https://youtu.be/iN9dMigHEwU

Kelembaban biji dan temperatur

Kegagalan yang sering terjadi pada saat proses perlindungan biji yaitu adanya kelembaban dan temperatur dari biji yang melebihi batas amannya. Biji harus diberi perlakuan hingga memiliki kadar air di bawah 13% dan temperatur di atas 32 derajat Celcius.

Jka biji diberi perlakuan pemanasan hingga mencapai suhu di atas 32 derajat Celcius, maka biji harus didinginkan dengan sistem aerasi sesegera mungkin. Sistem aerasi tidak akan memindahkan protektan dari biji.

Residu malathion pada insektisida akan mengalami kerusakan pada suhu 26,6 derajat Celcius dan pada kadar air 10-16%. Penelitian menunjukkan bahwa residu malathion dari insektisida yang paling efektif adalah pada 2.0 ppm dengan kadar air sebesar 14% selama 6 minggu karena dapat mencegah perkembangbiakan serangga yang ada di gudang.

Konsentrasi emulsi

Perlindungan biji yang efektif membutuhkan konsentrasi formulasi protektan atau pelindung biji yang tepat untuk dapat melindungi biji selama penyimpanannya.